9

Panduan Lengkap Setting Plugin W3 Total Cache

W3 Total CachePlugin W3 Total Cache Setting

Menginstal dan mengkonfigurasi plugin W3 Total Cache untuk WordPress adalah bagian dari proses / langkah-demi-langkah untuk mengoptimalkan kecepatan loading WordPress sobat blogger dan akan membuat para pembaca lebih betah nongkrong di blog wordpress sobat. Ini juga berkaitan dengan spesifikasi penilaian mbah google baru baru ini tentang algoritma google panda nya.

Blog yang bagus dan mendapat rating dalam penjelasan algoritma google panda baru baru ini yang paling di prioritasnya adalah blog dengan loading yang cepat. Tentunya juga didukung oleh artikel-artikel yang bermanfaat dan unik.

Berikut saya paparkan Panduan Lengkap Setting Plugin W3 Total Cache  untuk para blogger sekalian, kebetulan sudah saya praktekkan dan alhamdulillah lebih memuaskan dengan melihat kecepatan dan performa web blog saya melalui gtmetrix dan lainnya.

Lihat bahasannya tentang gtmetrix di artikel 10 tools andalan untuk mengecek performa blog 

Panduan Lengkap Setting Plugin W3 Total Cache ini saya dapat dari zemalf.com dan akan saya terjemahkan di artikel saya kali ini, barangkali bermanfaat buat kawan2 blogger pecinta plugin ini.

Silahkan instruksinya secara detail agar tidak terjadi kesalahan setting yang nantinya bisa menyebabkan tampilan blog anda menjadi amburadul dan ngga sesuai view sebenarnya.

W3 Total Cache – General Settings

  • Page Cache: Enabled (Centang / tandai), Disk (enhanced)
  • Minify: Enabled (Centang / tandai), Disk
  • Database Cache (Lepas Centang / jangan di Tandai)
  • Object Cache (Lepas Centang / jangan di Tandai)
  • Content Delivery Network (Lepas Centang / jangan di Tandai)*
  • Browser Cache: Enabled  (Centang / tandai)

*) Untuk kecepatan yang lebih baik, direkomendasikan untuk menyeting ini content delivery network (CDN) dan setting sesuai pengaturan W3 Total Cache. Tapi ini cuma pilihan untuk kelas atas dan tidak gratis.

W3 Total Cache – Page Cache Settings

Page Cache Settings W3 Total Cache – General

  • Centang (Tandai) – Don’t cache pages for logged in users
  • Centang (Tandai) – Cache home page
  • Centang (Tandai) – Cache feeds
  • Lepas Centang (jangan ditandai) – Cache URIs with query string variables
  • Lepas Centang (jangan ditandai) – Cache 404 (not found) pages

Page Cache Settings  W3 Total Cache – Advanced

Biarkan settingan Default.

Page Cache Settings W3 Total Cache  - Cache Preload

 

Dengan Preload Cache, Anda dapat secara otomatis ”mengisi cache”, menggunakan XML sitemap. Ini berarti melayani pra-cache halaman untuk semua pengunjung, bahkan untuk halaman yang tidak pernah dikunjungi baru-baru ini. Untuk menonaktifkan ini tidak masalah, dan tetap dinonaktifkan jika Anda mengalami masalah performa ketika mengaktifkan preload, atau menurunkan jumlah ’Halaman per interval’.

  • Centang (Tandai) – Automatically prime the page cache
  • Update internal – 907
  • Pages per interval: 7 (Setting sesuai kebutuhan dan keinginan anda)
  • Sitemap URL: Url Sitemap blog anda, misalnya http://jackysan.info/sitemap.xml

W3 Total Cache - Minify Settings

Di sinilah puncak dari pengaturan W3 Total Cache ini, bagian tersulit dari konfigurasi W3Total Cache. Jika Anda tidak nyaman melihat ke kode HTML dan tidak ingin mengatur CSS dan JS-file yang ada, lewati aja bagian ini. Sekalipun Anda tidak mengkompresi file CSS dan JavaScriptnya,  Halaman blog akan tetap  bekerja dengan baik. Namun, untuk optimasi kinerja dan kecepatan situs, ini sangatlah penting.

Lewati pengaturan General, HTML dan JavaScript W3 Total Cache dulu, silahkan scroll mouse ke bagian ini :

W3 Total Cache | Minify Settings – Cascading Style Sheets

CSS Minify Settings:

  • Centang (Tandai) : Enable
  • Lepas Centang (jangan ditandai) : Combine only
  • Centang (Tandai) : Comment Removal
  • Centang (Tandai) : Line break removal

Jika ada masalah dengan kode CSS setelah menyeting ini, coba non aktifkan Comment- dan Line break removal.

W3 Total Cache | CSS file management

Thema:  Thema yang aktif dan anda gunakan yang harus dipilih pada settingan ini, tapi anda juga bisa mengkonfigurasinya untuk thema yang lain yang tidak anda gunakan.

  • Buka tab baru di browser anda, buka link blog anda, misalnya http://domainanda.com
  • Klik kanan di halaman, kemudian pilih Show page source
  • Tekan CTRL + F untuk metode pencarian
  • Di kotak pencarian, ketikkan “.css” (Tanpa tanda petik)
  • Copy full URL alamat .css yang ditandai oleh hasil pencarian, misalnya http://domainanda.com/wp-content/themes/thema_aktif_anda/style.css
  • Kembali ke pengaturan  W3 Total Cache dan halaman Minify Setting , Klick ‘Add a style sheet’ dibawah Cascading Style Sheets…
  • Paste URL .css  yang anda copy di page source, hilangkan url utama blog anda sehingga menjadi wp-content/themes/thema_aktif_anda/style.css , pilih  ’All Templates’ di sebelah kanannya, kemudian klik  ’Veriry URI’  untuk mengetahui bahwa alamat .css tersebut benar atau tidak. (Jika keluar kode cssnya berarti benar, dan jika kosong berarti alamat URL file css tersebut belum benar)
  • Kembali lagi ke halaman page source, klik tombol next di pencarian untuk mencari URL .css berikutnya, ulangi langkah sebelumnya sampai di Page Source terakhir

Catatan: Jika di URL .css yang anda copy ada version number seperti  ”/styles.css?ver=2.4.1″, silahkan di hapus mulai dari tanda tanya (?) sehingga menjadi /styles.css

Simpan Perubahannya.

W3 Total Cache | Minify Settings – Advanced

  • Update external files every: 216000 seconds
  • Garbage collection interval: 216000 seconds

Untuk web blog yang traffic pengunjungnya tinggi, perkecil nilai Garbage collection ke 86400, atau biarkan nilai default.

Simpan Perubahannya.

W3 Total Cache | Minify Settings – JavaScript

UNTUK MENGHINDARI MASALAH – JANGAN MENAMBAH IKLAN, CHITIKA ATAU SEMACAMNYA KE W3 TOTAL CACHE JIKA MENGAKTIFKAN SETTINGAN INI !!!

  • Centang (Tandai) : Enable
  • Lepas Centang (jangan ditandai) : Combine only after <head>
  • Lepas Centang (jangan ditandai) : Combine only after <body>
  • Lepas Centang (jangan ditandai) : Combine only before </body>
  • Centang (Tandai) : Comment removal
  • Centang (Tandai) : Line break removal

Kembali ke page source w3 total cache, cari file  ”.js” . Prosesnya sama seperti settingan untuk file .css sebelumnya. Untuk file .js yang mempunya version number, silahkan hapus version numbernya. Untuk performance, sebaiknya setting Embeded Locationnya menjadi = Embed before </body> dan gunakan opsi  yang  ”Non-blocking”

Non-blocking bisa digunakan jika fungsional script tidak dibutuhkan ketika loading page, tetapi hanya setelah page loaded.
Jika tidak bekerja dengan baik dengan settingan w3 total cache yang ini, silahkan kembalikan setting ke  = Embed in <head>.
Lepas Centang (jangan ditandai)  ’Comment removal’  dan ‘Line break removal’, jika bermasalah. Bila perlu, hapus daftar url file JS yang sudah anda setting sebelumnya. Kemudian Simpan

Test settingan ini sebelum anda menandai Enable di HTML minify, JIka anda berada di Preview-mode, test setelah ‘Deploy’ ganti pengaturan jika dibutuhkan. Rubah settingan seperti Comment-/Line break removal, remove scripts from w3 total cache, dan lain lainnya jika bermasalah.

W3 Total Cache Minify Settings – General

  • Centang (Tandai) : Rewrite URL structure
  • Centang (Tandai) : Automatically upload mofified files
  • Minify error notification: pilih yang diperlukan untuk mendapat notifikasi error  jika ada yang salah

W3 Total Cache Minify Settings – HTML

Note: Setelah mengaktifkan  HTML, page source anda akan kelihatan sedikit ribet, jadi sesuaikan pengaturan  CSS- dan JS- sebelum mengaktifkan ini. Dan jika anda merasa perlu untuk melihat Page source, nonaktifkan dulu HTML minifying.

Best Performance:

  • Centang (Tandai): Enable
  • Lepas Centang (jangan ditandai) : Don’t minify feed
  • Centang (Tandai): Inline CSS minification
  • Centang (Tandai): Inline JS minification
  • Centang (Tandai): Line break removal
  • Disable: Enable (unchecked)

Lewati Database Cache-, Object Cache- dan CDN settings,

W3 Total Cache - Browser Cache

Settingan Browser Cache akan merubah rules di  .htaccess anda jika anda mengaktifkan Browser Cache .

Browser Cache – General / Default

  • Centang (Tandai) : Set expires header
  • Centang (Tandai): Set cache control header
  • Lepas Centang (jangan ditandai) : Set entity tag (eTag)
  • Centang (Tandai): Set W3 Total Cache header
  • Centang (Tandai): Enable HTTP (gzip) compression
  • Lepas Centang (jangan ditandai): Do not process 404 errors

Simpan perubahan

W3 Total Cache | Browser Cache – Cascading Style Sheets & JavaScript

(default nya= OK, tanpa perubahan)

  • Centang (Tandai): Set expires header
  • Expires header lifetime: 31536000 seconds
  • Centang (Tandai): Set cache control header
  • Cache Control Policy: cache with validation
  • Lepas Centang (jangan ditandai) : Set entity tag (eTag)
  • Centang (Tandai): Set W3 Total Cache header
  • Centang (Tandai): Enable HTTP (gzip) compression

W3 Total Cache |  Browser Cache – HTML

(default nya= OK, tanpa perubahan)

  • Centang (Tandai): Set expires header
  • Expires header lifetime: 3600 seconds
  • Centang (Tandai): Set cache control header
  • Cache Control Policy: cache with validation
  • Lepas Centang (jangan ditandai): Set entity tag (eTag)
  • Centang (Tandai): Set W3 Total Cache header
  • Centang (Tandai): Enable HTTP (gzip) compression

W3 Total Cache |  Browser Cache – Media & Other Files

(default nya= OK, tanpa perubahan)

  • Centang (Tandai): Set expires header
  • Expires header lifetime: 31536000 seconds
  • Centang (Tandai): Set cache control header
  • Cache Control Policy: cache with validation
  • Lepas Centang (jangan ditandai): Set entity tag (eTag)
  • Centang (Tandai): Set W3 Total Cache header
  • Centang (Tandai): Enable HTTP (gzip) compression

Anda mungkin merubah Cache Control  You might change the Cache Control Policies nya jika anda bermasalah dengan pengaturan proxy koneksi anda, tetapi diluar itu, settingan diatas sudah pas

W3 Total Cache and Mobile Browsers: User Agent Groups -settings

Dilewati saja

W3TC – Content Delivery Network settings

Dilewati Saja

Preview Mode & Deploying the changes

Setelah anda selesai menyeting semuanya, kembali ke  General Settings dan klik  ’Deploy’. Anda akan melihat tulisan  ’Preview settings succesfully deployed’. Klik ’Disable’ untuk menonaktifkan  preview mode dan “go live”.
Klik  ’Empty Page Cache’, kemudian klik juga ’Empty Minify Cache’ untuk menormalkan cache W3 total Cache ini

SELESAI….

Kemudian, silahkan mengecek kecepatan dan performa web blog anda menggunakan 10 Tools andalan untuk mengecek performa blog dan lihat hasilnya.

Sumber Asli tulisan dan gambar ini saya adopsi dari http://zemalf.com/1443/w3-total-cache/ dan saya terjemahkan di artikel ini sebatas kemampuan bahasa inggris saya. Semoga membantu…. by : Jackysan

NB : Buat kawan2 yang punya pendapat lain, mohon di share di kotak komentar



Filed in: Blogging Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Related Posts

Bookmark and Promote!

Facebook Comments

9 Responses to "Panduan Lengkap Setting Plugin W3 Total Cache"

  1. Kang Asep says:

    Terima kasih ilmunya kang..semoga sehat dan sukses selalu

  2. Jajat says:

    Tutorialnya sangat lengkap. Akan aya simpan, akan bermanfat buat saya nanti setelah menginstall wordpress, karena saat ini saya masih pake flatpform blogger hanya untuk mencoba mempraktekan seonya saja.

  3. awan says:

    hehehe siiiipppppppp
    tapi saya make settingan ndiri n nyoba translate in di mbah gugel terangsilet, .
    and secondary CDN saya make cloudflare ( katanya keamanan lebih terjamin n lebih enteng , udah saya cobain om..
    tadinya saya make CDN gratisan punya speedymirror ( tapi waktu 2 jam lagi saya masuk ke situsnya makah timer out ) jadi gak percaya,, n sekarang mau nyoba make googleappengine om /..
    coba tes dah :D,,
    semangat tolong mampir ke blognya newbie yang ingin selalu berkarya :)
    inforiatif

  4. Saya nggak pakai W3TC gan. Saya pakai Hyper Cache. Tapi walau begitu, artikelnya komplet, eh hampir ding. Sebenarnya CDN itu yang paling manjur, sayang dilewati.

    • Jackysan says:

      He’ehh.. soalnya blm paham betul sy sob, kmren sudah coba2 buat subdomain cdnnya, trus cobain rubah url gambarnya ke subdomain tsb, bisa emang..tpi koq ga pengaruh ya ke hasil test pake gtmetrix???
      ada artikel agan Leo yg berkaitan dgn CDN kagak?? pengen belajar.. :D

      • Sebenarnya saya ingin menulis artikel tentang CDN (terutama GoogleAppEngine yang saya pakai sehari-hari), tapi terbentur masalah :

        1. Blog saya nichenya tidak cocok
        2. Saya pakai Macintosh padahal mayoritas blogger pakai Windows. Mac OSX dan Windows berbeda cara settingnya. Jadi kalau saya nulis berdasarkan Mac OS X, tutorialnya akan jadi mubazir.

Leave a Reply

Submit Comment
© 1027 Jackysan Lombok. All rights reserved. XHTML / CSS Valid.
English Version : Jackysan [dot] Com.